Untuk pekerjaan tersebut, Dinas PU Pengairan Banyuwangi telah mendatangkan alat berat guna membantu pengerukan sedimentasi di kawasan muara.
Tak hanya itu, puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai juga menjadi sasaran penanganan. Keberadaan kapal-kapal tersebut dinilai mengganggu kelancaran aliran air, terutama ketika terjadi perubahan kondisi pasang dan surut.
“Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya saja. Ternyata sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan,” ujar Bayu.
Sementara itu, untuk mencegah sampah kembali mencemari aliran sungai, organisasi lingkungan Sungai Watch telah memasang trash barrier. Alat tersebut berfungsi menahan sampah agar tidak terbawa masuk ke aliran sungai sekaligus menjadi sarana pemantauan untuk mengetahui apakah masih ada warga yang membuang sampah ke sungai.
DLH Banyuwangi menargetkan seluruh rangkaian pembersihan kawasan Kalimati dapat diselesaikan dalam waktu satu pekan.///////










