12 Tahun Berjalan, Program Operasi Katarak Gratis di Banyuwangi Bantu 4.500 Warga

by -3 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menegaskan pihaknya berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi untuk menekan angka kebutaan akibat katarak.

“Kami berharap kerja sama ini terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta operasi, Sayunah (52), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, mengaku telah menderita katarak pada mata kirinya selama tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat matanya terus berair dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut operasi karena gratis. Ini sangat membantu warga seperti saya. Semoga setelah ini bisa melihat normal kembali,” katanya.

Cerita serupa datang dari M. Misbahul Munir (32), warga Tulungagung, yang rela datang ke Banyuwangi untuk mengikuti pemasangan bola mata palsu. Ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti program JFF setelah sebelumnya pada 2023.

Munir mengaku kerusakan matanya bermula dari kecelakaan kerja akibat percikan las. Informasi program gratis tersebut ia dapat dari media sosial Facebook, hingga membuatnya pulang dari tempat kerja di Kalimantan demi mengikuti layanan tersebut.

“Saya sempat tanya ke rumah sakit di Tulungagung, biaya pemasangan bola mata palsu paling murah sekitar Rp6–8 juta. Kalau kualitas bagus bisa sampai Rp15 juta. Program ini sangat membantu,” ungkapnya./////

iklan warung gazebo