Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan penguatan jaringan relawan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan relawan yang berada di bawah koordinasi BPBD. Kami ingin memperkuat kolaborasi karena penanganan dan pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” kata Edy.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan kapasitas melalui berbagai aktivitas, di antaranya observasi lingkungan, kegiatan lapangan, dan edukasi kebencanaan.
Selain itu, peserta bersama masyarakat melakukan penanaman sebanyak 30 bibit pohon nangka di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Kalijompo.
Sejumlah anak-anak di sekitar lokasi juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
Kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk menjaga kawasan DAS Kalijompo sekaligus mengurangi risiko erosi yang berpotensi memicu tanah longsor maupun banjir bandang.
Kawasan tersebut dipilih karena memiliki catatan kejadian banjir bandang sekitar pertengahan Februari 2020. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan dampaknya dirasakan hingga wilayah pusat Kabupaten Jember.
Melalui pengukuhan Satgas Relawan IARMI Jember Tanggap Bencana, diharapkan semakin banyak unsur masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan dasar dalam menghadapi potensi bencana. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat sinergi antara relawan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana.///////












