Gas Melon Langka di Banyuwangi, Ternyata Ini Salah Satu Biang Keroknya

by -0 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Permainan kotor di balik langkanya LPG 3 kilogram akhirnya terbongkar. Gas melon “disedot”, dipindah, lalu disulap jadi tabung non-subsidi. Untung besar. Rakyat kecil kebagian susah.

Polresta Banyuwangi menangkap empat pelaku. Mereka bukan pemain kecil. Ada pemodal, eksekutor, sampai pemilik pangkalan resmi.

“Jadi pelaku membeli gas 3 Kg subsidi secara retail ke pangkalan di wilayah Kecamatan Bangorejo dengan harga Rp22.000,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq.

Dari situ permainan dimulai. Tabung 3 Kg dikumpulkan. Isinya disuntik ke tabung 12 Kg dan 50 Kg. Gas subsidi berpindah tangan—dari jatah masyarakat kecil jadi komoditas mahal.

Empat orang diamankan. Suhariyono (56), otak sekaligus pemodal. Supardi (47), eksekutor penyuntikan. Guntoro (71), tukang angkut. Dan Ramadan Harun Al Rasyid (43), pemilik pangkalan resmi yang justru ikut bermain.

Yang bikin miris, hasil oplosan itu dibuat seolah resmi. Dipasangi segel dan barcode palsu. Dibeli dari online shop. Sekilas tak ada bedanya dengan produk asli.

Hitungannya terang. Empat tabung LPG 3 Kg cukup Rp88 ribu. Disulap jadi satu tabung 12 Kg. Dijual Rp140 ribu sampai Rp180 ribu.

iklan warung gazebo