Banyuwangi, Seblang.com – Teknologi tak selalu benar. Sebuah truk pengangkut Bantuan Pangan (Bapang) berisi sekitar 5 ton minyak goreng Minyak Kita terperosok ke jurang di perbatasan Desa Banjar dan Desa Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Rabu (3/6/2026) malam.
Truk Mitsubishi Canter bernopol AG 9556 KG itu dikemudikan Mohamad Bisri Mustofa, warga Siliragung. Saat kejadian, kendaraan sedang mengangkut bantuan pangan yang akan didistribusikan kepada warga Desa Kluncing dan Desa Pakel.
Awalnya perjalanan berlangsung normal. Sopir mengikuti petunjuk arah Google Maps menuju lokasi tujuan. Namun aplikasi navigasi tersebut justru mengarahkan kendaraan melewati jalur Desa Banjar menuju Desa Segobang yang memiliki tanjakan ekstrem.
Masalah muncul saat truk bermuatan sekitar 5 ton minyak goreng itu mulai menaklukkan tanjakan. Mesin meraung. Kendaraan berusaha menanjak. Namun beban yang terlalu berat membuat truk kehilangan tenaga.
Bukannya naik, kendaraan justru bergerak mundur. Sopir berusaha mengendalikan laju kendaraan. Namun truk terus melorot hingga akhirnya terperosok ke arah jurang di dekat jembatan perbatasan dua desa tersebut.
Beruntung, truk tidak sampai jatuh ke dasar jurang. Sebuah pohon durian yang tumbuh di tepi jalan menjadi penyelamat. Pohon itu menahan badan truk sehingga kendaraan berhenti sebelum terjun lebih dalam.
Akibat kejadian tersebut, muatan minyak goreng yang dibawa berhamburan. Sejumlah dus dan kemasan Minyak Kita terlihat berserakan di sekitar lokasi.
Kapolsek Licin AKP Karyadi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Bantuan pangan yang akan didistribusikan ke Desa Kluncing dan Desa Pakel tetap dikirim menggunakan kendaraan cadangan sehingga penyaluran kepada masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.
Personel Polsek Licin bersama anggota Koramil dan warga sekitar langsung turun ke lokasi membantu mengamankan muatan yang tercecer.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan belum dapat dilakukan pada malam hari karena posisi truk yang berada di bibir jurang.
Evakuasi dijadwalkan dilakukan keesokan harinya menggunakan alat bantu crane.
“Situasi aman, lancar dan kondusif. Kami terus melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi kendaraan,” kata Karyadi.
Insiden ini menjadi perhatian warga setempat. Jalur Banjar-Segobang memang dikenal memiliki tanjakan curam dan kerap menyulitkan kendaraan bermuatan berat yang belum mengenal karakter medan.











