Selain APBD, pembahasan lain dalam rapat paripurna adalah Rencana Pembangunan Industri Kota Blitar untuk periode 2024–2044. Wali Kota Santoso menjelaskan bahwa rencana tersebut akan berfokus pada sektor-sektor unggulan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Pembangunan industri bukan hanya soal investasi besar, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem yang mendukung sektor-sektor produktif. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur yang memadai, meningkatkan aksesibilitas, serta mendorong pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia lokal,” jelasnya.
Santoso juga mengungkapkan bahwa pembangunan industri di Kota Blitar akan diarahkan pada sektor-sektor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Blitar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“Industri yang ramah lingkungan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologi, sehingga Kota Blitar dapat menjadi kota yang maju dan berkelanjutan,” tambah Santoso.
Santoso mengapresiasi pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD yang memberikan masukan konstruktif selama pembahasan Raperda. Ia berharap rencana yang telah disusun dapat segera disahkan dan diimplementasikan dengan dukungan penuh dari semua pihak.
“Semoga dengan dukungan semua pihak, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menjadikan Kota Blitar sebagai kota yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/kmf)










