Usia Harapan Hidup Tembus 74,43 Tahun, Buah Pembangunan Inklusif Banyuwangi

by -2 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan inklusif, Banyuwangi juga melibatkan lansia dalam proses penyusunan kebijakan melalui program Rembang Lansia. Forum tersebut menjadi ruang bagi lansia untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam perencanaan pembangunan daerah.

Ipuk menegaskan paradigma terhadap lansia harus terus berubah. Menurutnya, lansia bukan kelompok yang menjadi beban pembangunan, melainkan aset sosial yang memiliki pengalaman dan nilai kehidupan yang berharga.

“Karena itu, paradigma terhadap lansia terus kita ubah. Lansia bukanlah objek pembangunan. Lansia adalah subjek dari pembangunan itu sendiri,” tegas Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga mewisuda 30 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Program pendidikan nonformal yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu bertujuan menciptakan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Banyuwangi Puguh Setyo Widodo mengatakan Selantang membekali para lansia dengan berbagai pengetahuan mulai kesehatan, psikologi, interaksi sosial, keterampilan hingga kewirausahaan.

“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, psikologi, hingga kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan memiliki motivasi, kesiapan mental, dan kemampuan yang lebih baik sehingga dapat menikmati masa tua dengan lebih nyaman, bahagia, dan bermakna,” kata Puguh.//////

iklan warung gazebo