Sementara itu, seorang warga sekitar, Rudi Sutedjo, memberikan kesaksian mengenai situasi setelah penyerangan. Ia mengaku mendengar suara gaduh sebelum mendatangi toko. Setibanya di lokasi, ia melihat Lili dan Ayong mengalami luka hingga mengeluarkan darah.
“Saya kira ada apa, kok tiba-tiba ada mobil keluar dan terdengar suara benda terbanting. Saya langsung ke lokasi. Ternyata ada dua orang yang dibacok. Satu di depan pintu, satunya lagi di dalam toko,” kata Rudi.
Rudi membenarkan bahwa kedua korban merupakan ibu dan anak. Ia juga menyebut Ayong diketahui memiliki usaha penukaran uang. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti barang-barang yang mungkin dibawa oleh terduga pelaku.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, dua orang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Salah seorang disebut masuk ke dalam toko dengan membawa senjata tajam, sedangkan seorang lainnya berada di bagian depan. Setelah kejadian, keduanya dilaporkan meninggalkan lokasi.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, membenarkan bahwa polisi tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Terkait kasus itu, sedang dilakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, kami bersama anggota. Masih mengejar pelaku dan terkait perkembangan kasus akan kami kabari lebih lanjut,” ujar Andry saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini ditulis, kedua korban masih menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi Jember. Belum ada keterangan resmi secara terperinci mengenai tingkat keparahan luka yang dialami keduanya maupun barang-barang yang diduga hilang dari toko.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi para terduga pelaku, serta mengungkap motif di balik dugaan aksi perampokan tersebut.////////////












