“Betul mas, yang terjadi kemarin sempat viral di beberapa media itu murni karena miskomunikasi antara saya dan pihak pemilik tebu (PS). Alhamdulillah, kami sudah bertemu dan persoalan ini sudah selesai,” ujar Zainul, Rabu, (27/5/2026).
Zainul juga menegaskan bahwa hubungan keduanya saat ini sudah membaik dan tidak ada lagi tuntutan di kemudian hari. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang sempat terjadi di ruang publik.
“Ini benar-benar hanya salah paham. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan ini di publik. Persoalan saya dan PS sudah selesai, dan tidak akan ada lagi persoalan di kemudian hari. Saya dan keluarga sudah menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” pungkasnya secara tegas.
Dengan adanya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak menganggap permasalahan investasi dan saksi borongan tebu tersebut telah clear dan selesai dengan status restorative justice berbasis kekeluargaan.











