Sekda Banyuwangi Jelaskan Mengapa Tambang Emas Tak Bisa Disamakan dengan Migas

by -25 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Ia juga menanggapi anggapan yang mengaitkan keberadaan tambang emas dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, penilaian sebaiknya dilakukan berdasarkan data yang dapat dibandingkan secara objektif.

“Kalau ada yang bertanya apa dampak tambang emas terhadap kemiskinan, ya kita cek saja datanya. Kita bandingkan Banyuwangi dengan daerah tambang emas lain. Lihat angka kemiskinan dan penganggurannya, nanti akan terlihat bagaimana dampaknya,” kata Yayan.

Selain penerimaan dari royalti, lanjutnya, keberadaan tambang emas juga memberikan kontribusi lain bagi daerah, seperti pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak dari kegiatan usaha penunjang, serta berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan tambang.

“Ada pajak makan minum, kegiatan katering, kemudian PBB juga masuk ke daerah. Setiap tahun juga ada penerimaan yang masuk ke kas daerah dan semuanya tercatat dalam APBD,” ujarnya.

Yayan menegaskan seluruh penerimaan daerah yang berasal dari aktivitas pertambangan masuk ke kas daerah dan dikelola melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Masuk ke kas daerah secara transparan, kemudian bersama DPRD dibelanjakan untuk pembangunan. Jadi semuanya tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.//////////

iklan warung gazebo