“Di Banyuwangi tidak sedikit titik-titik blank spot internet, seperti di kawasan perkebunan atau pegunungan. Tapi dengan kerja keras semua tim, kendala itu bisa disiasati. Kuncinya komitmen dan gotong royong,” ujarnya dalam diskusi yang dipandu jurnalis senior Uni Lubis.
Paparan Ipuk mendapat apresiasi langsung dari Luhut Binsar Panjaitan. Menurut Luhut, transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan merupakan langkah penting untuk mempersempit ruang kesalahan administrasi hingga potensi korupsi.
Luhut menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mengintegrasikan dan mengharmonisasikan data lintas kementerian, lembaga, hingga aparat penegak hukum dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Ke depan akan semakin transparan. Semua mata bisa melihatnya. Jadi nanti KPK tidak perlu lagi melakukan operasi tangkap tangan karena sudah diketahui sejak awal jika terjadi upaya-upaya koruptif,” tegas Luhut.
Indonesia Summit 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, mulai dari menteri, pejabat tinggi negara, kepala daerah hingga kalangan profesional. Sejumlah kepala daerah yang hadir antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kehadiran Ipuk dalam forum tersebut sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil menjalankan transformasi digital dalam pelayanan publik dan penyaluran bantuan sosial. (*)










