Mojokerto, seblang.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto membidik peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 10–12 ton per hektare melalui penerapan teknologi pertanian modern. Target tersebut diiringi dengan penguatan sarana dan prasarana pertanian melalui penyaluran berbagai bantuan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat menghadiri kegiatan Panen Padi dan Penyerahan Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kamis (16/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Barra mengatakan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ketersediaan air, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.
Karena itu, Pemkab Mojokerto terus mendorong mekanisasi pertanian dan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas hasil panen.”Kami terus mendorong mekanisasi pertanian dan penerapan PM-AAS agar produktivitas padi di Kabupaten Mojokerto mampu mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” ujar Gus Barra.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus kedaulatan bangsa. Dengan potensi pertanian yang dimiliki, Kabupaten Mojokerto diyakini mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung program swasembada pangan nasional.”Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa. Kabupaten Mojokerto memiliki potensi yang besar untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menuju swasembada pangan,” katanya.
Gus Barra menjelaskan, penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari implementasi Misi Ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap target tersebut, Pemkab Mojokerto menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani. Bantuan yang diberikan meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dua unit combine harvester berukuran besar, serta 23.670 kilogram benih jagung untuk 104 kelompok tani.
Secara simbolis, bantuan pompa air diserahkan kepada Kelompok Tani Dahlia Jingga, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier diterima Kelompok Tani Rukun Makmur, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, sedangkan bantuan irigasi perpompaan diserahkan kepada Kelompok Tani Tani Jaya, Desa Perning, Kecamatan Jetis.
Sementara itu, bantuan combine harvester diterima Kelompok Tani Tani Mulyo 3, Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. Adapun bantuan benih jagung secara simbolis diserahkan kepada Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, sebagai perwakilan dari 104 kelompok tani penerima.
Selain menyerahkan bantuan, Gus Barra juga mengikuti panen padi bersama para petani. Ia menyebut panen merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, doa, dan semangat gotong royong para petani yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
“Saya optimistis, dengan semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Mojokerto akan terus menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur dan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program swasembada pangan nasional,” pungkasnya.//////////










