Banyuwangi, seblang.com – Memasuki usia 81 tahun, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan lagi negara yang muda. Menurut Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi refleksi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, Banyuwangi memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi kekayaan alam maupun sumber daya manusia (SDM). Masyarakat Banyuwangi juga dikenal memiliki semangat guyub dan rukun yang menjadi modal penting dalam pembangunan.
“Banyuwangi itu sangat-sangat potensial, baik kekayaan alam maupun sumber daya manusianya. Guyub rukunnya juga bisa diandalkan,” ujar Michael di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi tersebut, Banyuwangi memiliki kekayaan alam, termasuk potensi tambang emas, serta sektor pariwisata yang terus berkembang.
“Seharusnya rakyat tidak ada yang miskin di Banyuwangi. Tapi kenyataannya masih banyak rakyat yang miskin. Mudah-mudahan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini kita mampu membuat program-program yang mengarah pada perubahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Michael optimistis kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah daerah yang tepat sasaran. DPRD, kata dia, akan terus mendorong dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
“Pimpinan dan anggota DPRD selalu mendorong dan mengarahkan, tetapi semua itu tergantung kebijakan Bupati Banyuwangi,” ujarnya.
Melawan Kemiskinan, Kesenjangan dan Korupsi
Menanggapi pernyataan Proklamator Kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” Michael mengatakan bahwa tantangan bangsa saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, pada masa perjuangan dahulu rakyat Indonesia mengetahui dengan jelas siapa musuh yang dihadapi, yakni penjajah dari bangsa asing. Sementara saat ini, tantangan yang dihadapi justru berasal dari persoalan di dalam negeri.










