PNM Banyuwangi Gelar Kelas Disabilitas Berdaya, Dorong Peserta Semakin Mandiri

by -18 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, Seblang.com – Kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mandiri perlu dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan Kelas Disabilitas Berdaya yang digelar sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dan potensi peserta.

Melalui kelas tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai keterampilan, mulai dari literasi digital, kewirausahaan, pemasaran digital, pengelolaan usaha, hingga pengembangan soft skills yang dapat mendukung aktivitas maupun usaha mereka sehari-hari.

Lebih dari sekadar meningkatkan keterampilan, Kelas Disabilitas Berdaya juga menjadi ruang bagi peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan kepercayaan diri.

Salah satu peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman dan sudut pandang baru untuk terus berkembang.

“ Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba hal baru dan belajar bagaimana usaha yang saya jalankan bisa berkembang. Semoga ilmu dari kelas ini bisa saya gunakan untuk menjadi lebih mandiri,” ujarnya.

Pelaksanaan Kelas Disabilitas Berdaya melibatkan kolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Tenaga Kerja setempat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan yang diterima peserta, mulai dari peningkatan kompetensi, pemahaman mengenai pengelolaan usaha, hingga membuka peluang akses pasar, perizinan, sertifikasi, maupun kesempatan kerja.

Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi, Sugiyati Nurul Handayani, menyampaikan bahwa pemberdayaan akan lebih bermakna ketika setiap orang memperoleh ruang yang setara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami berharap kelas ini dapat menjadi salah satu ruang bagi teman-teman disabilitas untuk terus belajar, bertumbuh, dan menemukan peluang yang sesuai dengan kemampuan serta cita-cita mereka. Yang terpenting, proses pemberdayaan ini dapat berjalan bersama dan berkelanjutan,” ujar Nurul.

Kelas Disabilitas Berdaya menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemberdayaan yang semakin inklusif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat berlanjut melalui pendampingan dan kesempatan yang lebih luas.

Langkah tersebut sekaligus mendukung semangat pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam membuka akses yang lebih setara agar semakin banyak masyarakat dapat tumbuh, berkarya, dan memiliki kemandirian ekonomi./////////

iklan warung gazebo