Ia juga meminta para guru tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujarnya.
Menurut Ipuk, peningkatan kompetensi guru juga perlu diikuti dengan perubahan cara menciptakan lingkungan belajar. Guru dan kepala sekolah didorong menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman, inklusif, sekaligus mampu membangkitkan kreativitas anak.
“Jangan jadikan ruang kelas satu-satunya tempat untuk belajar. Guru harus bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas di sekitar sekolah, hingga orang tua sebagai partner. Sehingga pendidikan yang diberikan semakin berkualitas dan membangun kreativitas siswa,” pesannya.
Sementara itu, dalam seminar tersebut para narasumber turut membagikan sejumlah strategi untuk menjadi pendidik yang berkualitas. Salah satunya disampaikan Dudung Abdul Qodir yang menyebut sedikitnya ada tiga kunci utama yang perlu dimiliki seorang guru.
Pertama, trend watching, yakni kemampuan menganalisis berbagai hal yang aktual. Guru dituntut banyak membaca dan memperluas informasi sehingga mampu memahami tren yang berkembang di dunia pendidikan.
Kedua, envisioning atau kemampuan menyusun perencanaan kebijakan untuk masa depan. Ketiga, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis.
“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkasnya.










