“Ingat Bapak Ibu, nanti kalau pulang sampahnya jangan lupa dibuang di tempatnya. Mudah-mudahan juga bisa dipilah sesuai jenisnya. Itu adalah upaya kita untuk menjaga lingkungan,” ucap Ning Ghyta dalam sambutannya.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Karena itu mari bersama-sama menjadikan Jember ramah anak, ramah lingkungan, dan penuh semangat gotong royong,” sambungnya menjelaskan.
Sementara itu, Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengatakan JFC bukan sekadar pertunjukan tahunan, melainkan ruang pembinaan kreativitas dan kepemimpinan bagi generasi muda.
“JFC bukan hanya event tiga hari, tetapi sebuah gerakan untuk membangun ruang yang inklusif bagi siapa saja untuk berkarya dan memiliki jiwa kepemimpinan. Persiapannya dilakukan selama berbulan-bulan dengan melibatkan banyak putra-putri Jember,” ungkapnya.
Setelah pembukaan WKC x Pets Carnival, rangkaian JFC 2026 akan berlanjut pada Sabtu (25/7/2026) melalui Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kemudian dilanjutkan Artwear Carnival. Puncak perhelatan akan digelar pada Minggu (26/7/2026) lewat Grand Carnival yang menampilkan seluruh chapter JFC sebagai penutup penyelenggaraan tahun ini.///////









