Jember, seblang.com– Gemerlap Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 tak hanya memamerkan kreativitas ribuan peserta di atas catwalk sepanjang jalan protokol Jember. Ajang ini juga menjadi momentum lahirnya gagasan untuk memperkuat JFC melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi desain busana sebagai langkah memperkokoh posisinya di kancah internasional.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menilai JFC telah memiliki identitas dan konsep yang kuat sebagai karnaval fesyen yang orisinal. Karena itu, langkah berikutnya adalah memperluas jejaring dengan institusi pendidikan guna melahirkan inovasi sekaligus membuka peluang partisipasi desainer dari berbagai negara.
“JFC sudah memiliki konsep yang sangat kuat. Tinggal bagaimana memperluas kolaborasi, misalnya dengan fakultas desain busana seperti Universitas Ciputra, sehingga kreativitas yang lahir semakin beragam dan berkelas internasional,” ujar Emil saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di Jember, Minggu (26/7/2026).

Emil mencontohkan pergelaran fesyen yang rutin diselenggarakan Universitas Ciputra dalam beberapa tahun terakhir mampu menarik peserta dari sejumlah negara, seperti Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Menurutnya, pola kolaborasi serupa dapat diterapkan di JFC agar semakin dikenal sebagai ajang fesyen berskala global.
Selain memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, Emil juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, terutama akses transportasi udara menuju Jember.

“Kita berharap ada kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mendukung keberlangsungan rute penerbangan ini. Bahkan bisa diintensifkan saat musim JFC karena memiliki potensi mendukung event seperti ini,” ungkapnya.
“Saat musim JFC, penerbangan ini bisa menjadi salah satu penunjang meningkatnya jumlah pengunjung,” imbuh Emil.
Grand Carnival JFC 2026 mengusung tema “HEAL” dengan menampilkan delapan defile di sepanjang lintasan karnaval, yakni Gaia, Roots, Noise, Conscience, Rebirth, Pandemic, White Guardian, dan Sanctuary. Masing-masing defile menghadirkan cerita yang berbeda dengan mengangkat tema lingkungan, budaya, sejarah, hingga kemanusiaan melalui rancangan busana yang spektakuler.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi konsistensi JFC yang kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut. Menurutnya, kreativitas para peserta menjadi modal utama yang membuat JFC terus berkembang dan memiliki daya tarik di tingkat internasional.
“Kreativitas para peserta luar biasa. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mampu menampilkan karya yang unik dan penuh semangat. Ini menjadi kekuatan Jember Fashion Carnaval,” ujarnya.
Widiyanti memastikan Kementerian Pariwisata akan terus mendukung JFC melalui promosi, pendampingan penyelenggaraan, serta penguatan posisi JFC dalam kalender promosi pariwisata Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Presiden JFC, Budi Setiawan, menambahkan bahwa keberhasilan JFC tidak hanya ditentukan oleh kreativitas para kreator, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan peningkatan layanan bagi tamu dari luar negeri.
“Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan penyelenggara menjadi fondasi penting agar JFC mampu terus berkembang sebagai destinasi wisata kreatif sekaligus ikon fesyen Indonesia yang diperhitungkan di tingkat global,” pungkasnya.////////









