“Jika ukhuwah sudah terbentuk dengan kokoh, maka akan mudah menumbuhkan ekonomi kreatif yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah,” lanjutnya.
Selain fokus pada ekonomi, Nahdil Khoir juga menyoroti pentingnya literasi dan pembinaan generasi muda sebagai langkah preventif terhadap berbagai persoalan sosial.
“Kita harus menjaga anak-anak muda kita agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja, narkoba, maupun pernikahan dini. Ini menjadi tantangan serius yang harus kita jawab bersama melalui penguatan literasi dan pembinaan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 9 ranting NU resmi dilantik dengan total pengurus sekitar 280 orang. Sejumlah ranting bahkan telah menunjukkan progres dalam pengembangan ekonomi kreatif, seperti peternakan kambing, hortikultura jeruk, serta penguatan sektor UMKM.
“Beberapa ranting sudah mulai bergerak di sektor ekonomi kreatif. Seperti di Donowarih, UMKM sudah terdata dan mendapatkan pelatihan sebagai bagian dari penguatan ekonomi warga,” ungkapnya.
Acara ini juga dirangkai dengan pengajian umum yang dihadiri lebih dari 2.000 jemaah, dengan panitia menyiapkan sekitar 2.500 paket konsumsi. Seluruh badan otonom NU turut hadir, mulai dari Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, hingga Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, IPNU, dan IPPNU.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malang HM Sanusi, jajaran pengurus PBNU, Forkopimcam Karangploso, serta tokoh masyarakat dan ribuan warga Nahdliyin.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi besar NU di tingkat kecamatan sekaligus penegasan komitmen untuk membangun umat yang berdaya melalui penguatan organisasi, ukhuwah, dan kemandirian ekonomi.










