PC IPNU Ajak Pelajar Bangun Kesadaran Kolektif pada Hari Jadi Banyuwangi ke-254

by -22 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, Student Crisis Center (SCC) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Banyuwangi menggelar Talkshow Lensa Publik, akhir pekan lalu, di Aula PC GP Ansor Banyuwangi.

Diskusi publik tersebut mengangkat tema “Pengetahuan Kolektif: Kesadaran sebagai Gerbang Peradaban di Usia 254 Tahun Banyuwangi.” Forum menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, pegiat sosial, dan jurnalis, dengan pelajar sebagai peserta utama.

Sejumlah kader IPNU dan IPPNU dari berbagai wilayah di Banyuwangi turut hadir mengikuti kegiatan yang dipandu oleh Muhammad Nabil dari SCC PC IPNU Banyuwangi.

Dalam pengantarnya, Muhammad Nabil menekankan pentingnya kesadaran kolektif di kalangan pelajar sebagai modal sosial dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus menjaga identitas sosial dan kultural Banyuwangi di tengah arus digitalisasi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Banyuwangi, Arvy Rizaldy, memberikan apresiasi atas inisiatif pelajar IPNU dan IPPNU yang menghadirkan ruang diskusi kritis dan reflektif. Menurutnya, dialog lintas generasi dan lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kebangsaan serta keberlanjutan peradaban.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Banyuwangi, Ainul Haqiky, mengungkapkan bahwa pelajar tidak semestinya hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi perlu dilibatkan secara aktif sebagai subjek dalam proses sosial, edukatif, dan kultural.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3KB) Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini, pengamat sosial Zainal Mustofa, serta jurnalis Eka Rimawati.

Dalam paparannya, Henik Setyorini menjelaskan tugas dan fungsi Dinsos P3KB sekaligus menyampaikan sejumlah program strategis di bidang kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan keluarga. Ia mendorong keterlibatan kader IPNU dan IPPNU dalam mendukung program-program sosial pemerintah serta membuka peluang kolaborasi ke depan.

Menurut Henik, IPNU dan IPPNU memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam kerja-kerja sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Banyuwangi.

Sementara itu, Eka Rimawati memaparkan peran media sosial di era globalisasi, pentingnya literasi digital di kalangan pelajar, serta perlunya sikap bijak dalam bermedia sosial. Pelajar, menurutnya, tidak hanya didorong menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi konten edukatif dan bernilai.

Ia juga menyinggung tantangan dunia jurnalistik di era digital, terutama derasnya arus informasi yang kerap tidak diimbangi kemampuan verifikasi yang memadai di masyarakat.

Pandangan kritis disampaikan Zainal Mustofa yang menilai intensitas penggunaan media sosial berpotensi mengikis nilai-nilai sosial. Menurutnya, kecenderungan individualistik di ruang digital dapat mengurangi kepekaan sosial jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan kontrol diri.

Dalam konteks tersebut, Zainal menegaskan peran penting kader IPNU dan IPPNU Banyuwangi sebagai penjaga nilai sosial, mengingat semangat kepedulian dan pengabdian telah menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Berbagai isu dibahas, mulai dari persoalan kesejahteraan sosial, peran pelajar dalam advokasi kebijakan, hingga tantangan membangun kesadaran kolektif di tengah dominasi ruang digital.

Menutup rangkaian kegiatan, Henik Setyorini menegaskan pentingnya keberlanjutan forum-forum diskusi semacam ini. Menurutnya, dialog yang melibatkan pemerintah, pegiat sosial, jurnalis, tokoh masyarakat, dan pelajar dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kolaborasi sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan publik.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber dan sesi foto bersama.

Melalui diskusi publik ini, SCC PC IPNU Banyuwangi menegaskan perannya sebagai ruang intelektual pelajar dalam merawat kesadaran kolektif, memperkuat nilai sosial, serta menyiapkan generasi muda Banyuwangi yang kritis dan berkeadaban di usia ke-254 daerah di ujung timur Pulau Jawa.///////////

iklan warung gazebo