Pelaksanaan nyate bareng digelar serentak di lapangan masing-masing blok hunian. Meski menggunakan alat pembakaran dan tusuk sate, seluruh kegiatan berjalan aman dengan pengawasan petugas lapas.
“Pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi suasananya tetap cair dan penuh kebersamaan. Kami melihat warga binaan sangat antusias,” katanya.
Pada Iduladha tahun ini, Lapas Banyuwangi menghimpun sebanyak 12 ekor hewan kurban, terdiri dari tiga ekor sapi dan sembilan ekor kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi pegawai lapas, bantuan sejumlah instansi vertikal, pihak rekanan, hingga sumbangan keluarga warga binaan.
Kebahagiaan juga dirasakan salah seorang warga binaan berinisial SF. Ia mengaku terharu bisa kembali merasakan tradisi membakar sate yang dulu rutin dilakukan bersama keluarganya saat Iduladha.
“Sangat senang dan bersyukur sekali. Nyate bareng seperti ini tradisi saya dulu di rumah setiap Iduladha. Saya berterima kasih kepada pihak Lapas Banyuwangi yang sudah memfasilitasi sehingga kami tetap bisa merasakan indahnya Lebaran,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.////////











