Banyuwangi, seblang.com – Usai pelaksanaan larung sesaji dari Pelabuhan Muncar menuju perairan perbatasan Selat Bali oleh nelayan perahu gardan dan selerek pada Rabu (1/7/2026), tradisi Petik Laut juga digelar oleh nelayan shatet Muncar.
Iring-iringan puluhan perahu shatet yang telah dihias berlayar menuju perairan Sembulungan. Di lokasi tersebut, para nelayan melarung gitik yang berisi sesaji ke tengah laut sebagai bagian dari rangkaian ritual Petik Laut.
Usai prosesi larung sesaji, para nelayan kembali berlayar menuju Makam Mbah Kalong di pesisir Sembulungan, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Muncar, pada Kamis (2/7/2026).

“Prosesi ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah selama setahun terakhir,” ujar Muzzaki, tokoh nelayan Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kepada sejumlah awak media.
Melalui ritual tersebut, para nelayan berharap hasil tangkapan ikan pada tahun mendatang semakin melimpah. Mereka juga memohon keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas melaut.
“Tradisi leluhur ini harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” pungkas Muzzaki.//////










