Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi selama ini terus memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa. Salah satunya melalui program Smart Gasing yang dikembangkan bersama Prof. Yohanes Surya untuk mengenalkan pembelajaran matematika yang lebih menarik kepada pelajar, termasuk di wilayah pelosok desa.
Program tersebut telah melahirkan sejumlah siswa berprestasi. Salah satunya Felicia Dahayu, siswi SDN 1 Pesanggaran yang meraih medali emas kompetisi coding pada ajang The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan, pada November 2024.
Tak hanya fokus pada bidang sains, Banyuwangi juga memperluas ruang bagi pengembangan kreativitas seni budaya pelajar. Berbagai program seperti Padhang Bulanan yang menampilkan karya seni pelajar rutin digelar, termasuk pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas yang diikuti lebih dari seribu pelajar.
Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga memperkuat kualitas tenaga pendidik dan sistem pendidikan melalui berbagai program, termasuk peningkatan kesejahteraan guru melalui pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menambahkan penghargaan validitas data pendidikan diraih berkat konsistensi pemerintah daerah dalam melakukan pendataan dan pemantauan keberlanjutan pendidikan siswa.
“Keberhasilan itu dapat dilihat dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Banyuwangi pada 2025 yang masuk lima terendah di Jawa Timur. IPM Banyuwangi juga meningkat menjadi 75,17,” kata Alfian. (*)











