Situbondo, seblang.com — Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. Kali ini, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Situbondo bergerak cepat membantu seorang siswa baru yang terkendala biaya untuk memperoleh seragam sekolah.
Siswa tersebut adalah Ananda Krisna, putra dari Imam (47), seorang penjual balon keliling yang kini tengah sakit. Keluarga yang tinggal di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo ini sempat kebingungan setelah Ananda dinyatakan diterima di SMP Negeri 1 Situbondo.
Kisah haru ini bermula ketika orang tua Ananda datang ke sekolah dengan membawa uang Rp200.000. Karena keterbatasan ekonomi, uang tersebut awalnya hanya cukup untuk menebus satu stel kain seragam.

Mendengar laporan dari panitia paguyuban sekolah mengenai kondisi keluarga tersebut, Kasat Binmas Polres Situbondo, Iptu H. Rachman Fadli Kurniawan, S.H., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban, langsung mengambil inisiatif membantu.
Sat Binmas tidak hanya memberikan satu paket seragam sekolah secara gratis, tetapi juga mengembalikan uang Rp200.000 milik orang tua siswa tersebut secara utuh agar dapat digunakan untuk biaya menjahit seragam.
“Alhamdulillah, kami mendapat laporan dari panitia paguyuban bahwa ada satu siswa yang kurang mampu. Orang tuanya penjual balon keliling, sementara ayahnya sedang sakit. Mereka hanya bisa mengambil satu stel seragam dan membawa uang Rp200.000. Dari situ, kami berinisiatif memberikan seluruh seragam secara gratis, dan uang tersebut kami kembalikan utuh untuk biaya jahit kainnya,” ujar Iptu H. Rachman.
Selain memberikan bantuan seragam, Sat Binmas juga menyalurkan paket sembako untuk meringankan beban keluarga Ananda.
Menurut Iptu Rachman, seragam sekolah bukan sekadar pakaian, melainkan simbol kesetaraan yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar setiap anak tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Seragam bukan hanya kain yang dipakai setiap hari. Seragam adalah identitas, kebanggaan, dan wujud kesetaraan. Dengan memakai seragam yang sama, tidak ada perbedaan antara anak pejabat, anak yatim, atau anak yang kurang mampu. Tidak ada sekat kaya atau miskin. Yang ada hanyalah semangat belajar dan mimpi yang sama untuk menjadi Generasi Emas 2045 yang hebat,” tegasnya.
Sementara itu, Imam mengaku terharu atas kepedulian yang diberikan jajaran Polres Situbondo. Ia menyampaikan rasa syukur karena bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan Sat Binmas Polres Situbondo. Jujur, sebagai penjual balon yang sedang sakit, tabungan saya tidak cukup. Alhamdulillah, uang saya dikembalikan untuk biaya jahit dan anak saya bisa mendapatkan seragam lengkap secara gratis untuk sekolah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.///////










