Ketindan Semarak 2026, Kades Artining Malang Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pilkades

by -3 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Pagelaran wayang kulit dalam rangka Ketindan Semarak 2026
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, seblang.comPemerintah Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka Ketindan Semarak 2026 di Pendopo Desa Ketindan, Minggu (5/7/2026) malam. Kegiatan budaya tersebut menjadi momentum mempererat persatuan warga sekaligus mengajak masyarakat menjaga kerukunan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2027.

Kepala Desa Ketindan, Artining, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung rangkaian kegiatan Bersih Desa. Menurutnya, suksesnya acara tersebut merupakan buah semangat gotong royong seluruh warga.

“Atas nama Pemerintah Desa Ketindan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi, baik secara moril maupun materiil. Kegiatan selamatan desa ini tidak dibiayai melalui APBDes, sehingga dapat terlaksana berkat kebersamaan dan kepedulian seluruh warga,” ujar Artining.

Ia menjelaskan, meski tahun ini tidak digelar kirab budaya seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi Bersih Desa tetap berlangsung khidmat melalui kegiatan tumpengan dan gembul bujono yang melibatkan seluruh RT dan RW.

“Tahun ini memang tidak ada kirab budaya karena sebelumnya sudah beberapa kali dilaksanakan. Namun, Alhamdulillah, melalui tumpengan dan gembul bujono, desa kita tetap terasa ayem, nyaman, dan tenteram. Semoga keberkahan ini terus menyertai Desa Ketindan,” katanya.

Artining menambahkan, rangkaian Ketindan Semarak 2026 masih akan berlanjut hingga puncaknya pada 19 September 2026 melalui penyelenggaraan Ketindan Karnaval 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Artining juga menyampaikan pesan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai kepala desa. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan menjelang pesta demokrasi desa.

“Kurang dari delapan bulan lagi saya bersama keluarga akan pamit meninggalkan rumah dinas karena pada tahun 2027 akan digelar Pilkades. Saya titip pesan, mari tetap guyub dan rukun. Jangan mudah terprovokasi atau saling memperkeruh suasana. Kita hanya memiliki dua dusun, yakni Krajan dan Kalirejo, sehingga persatuan harus terus dijaga,” tegasnya.

Menurut Artining, membangun kerukunan di Desa Ketindan bukanlah pekerjaan singkat. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat.

“Perlu waktu sekitar 13 tahun untuk mewujudkan Desa Ketindan yang guyub, rukun, dan tenteram. Jangan sampai persatuan yang sudah dibangun dengan susah payah rusak karena perbedaan kepentingan. Desa yang berkarakter adalah desa yang selalu bersatu dalam kebersamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, mengapresiasi terselenggaranya pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari tradisi Bersih Desa Ketindan 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Bersih desa bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai sarana memperkuat kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan, serta semangat gotong royong masyarakat,” kata Nur Soleh.

Ia berharap seluruh masyarakat terus mendukung berbagai kegiatan desa sebagai wujud kekompakan dalam menjaga keharmonisan sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun./////

iklan warung gazebo