Surabaya, seblang.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melepas ribuan peserta International Trail Running Mantra116 2026 di Kaliandra Eco Resort, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026).
Pelepasan tersebut menjadi puncak rangkaian ajang trail running bertaraf internasional yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pegunungan Arjuno-Welirang, yang dikelola Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.
Pada hari puncak, Khofifah melepas sekitar 1.750 pelari kategori 17 kilometer dan 10 kilometer. Secara keseluruhan, Mantra116 2026 diikuti 4.015 pelari dari 21 negara dan 29 provinsi di Indonesia, sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional.
Memasuki penyelenggaraan ke-10, Mantra116 telah berkembang menjadi salah satu ajang lari gunung paling bergengsi di Indonesia. Event ini juga telah mengantongi pengakuan dari International Trail Running Association (ITRA) dan UTMB Index, sehingga menjadi agenda yang dinantikan komunitas trail running dunia.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara, komunitas Mantra (Malang Trail Run), relawan, aparat keamanan, tenaga medis, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan event tersebut.
Menurutnya, Mantra116 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan alam Jawa Timur ke tingkat nasional maupun internasional.
“Bagaimana menikmati Indonesia dengan keindahan alam dan mudah-mudahan menjadi sport tourism yang akan menjadi energi positif bagi kita semua,” ujarnya.
Khofifah menilai kawasan Pegunungan Arjuno-Welirang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam sekaligus olahraga petualangan. Bentang alam yang indah, ekosistem hutan yang kaya, serta jalur pegunungan yang menantang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelari maupun wisatawan.
“Hari ini kita bersama-sama mengeksplorasi keindahan Lereng Arjuno, Lereng Welirang, dan Tahura Raden Soerjo yang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno yang telah ditetapkan UNESCO,” katanya.
“Diharapkan, pendakian Arjuno-Welirang dapat menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai permata tersembunyi di Indonesia. Makin inovatif dan kreatif, sehingga kita harapkan start happy, finish happy,” sambung Khofifah.
Ia menambahkan, tingginya jumlah peserta dari berbagai negara membuktikan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap penyelenggaraan event olahraga di Jawa Timur.
Peserta mancanegara berasal dari Australia, Austria, Brunei Darussalam, Kolombia, Mesir, Prancis, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia, Belanda, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Selain memberikan pengalaman olahraga yang menantang, Mantra116 juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta beserta pendamping menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, jasa wisata, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa penyelenggaraan Mantra116 juga membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Menurutnya, olahraga yang memanfaatkan kawasan alam harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian hutan dan ekosistem pegunungan.
“Mantra berkomitmen terus berkontribusi bagi dunia trail running, sport tourism, dan ekonomi sirkular di Jawa Timur maupun Indonesia,” tegasnya.
Khofifah berharap Mantra116 terus berkembang menjadi ikon sport tourism Jawa Timur sekaligus memperkuat citra provinsi ini sebagai tuan rumah berbagai event olahraga internasional yang profesional, aman, dan berkelas.
Sementara itu, salah seorang peserta kategori 10 kilometer asal Ponorogo, Melinda, mengaku antusias mengikuti Mantra116 edisi ke-10. Ia mengatakan telah mempersiapkan diri sejak jauh hari untuk merasakan pengalaman berlari di lintasan Pegunungan Arjuno-Welirang.
“Event yang sangat saya tunggu-tunggu. Jalurnya menantang, pemandangannya luar biasa, dan atmosfernya sangat berbeda dibandingkan lomba lari lainnya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Mantra116 2026 mempertandingkan enam kategori lomba, yakni 116 kilometer, 68 kilometer, 38 kilometer, 34 kilometer, 17 kilometer, dan 10 kilometer.
Seluruh lintasan melintasi kawasan Tahura Raden Soerjo dengan panorama khas Pegunungan Arjuno-Welirang yang menjadi daya tarik utama bagi peserta dari dalam maupun luar negeri. (*/ady)










