Kemarau Kian Terasa, 11 Mata Air di Banyuwangi Susut, BPBD Mulai Dropping Air Bersih

by -19 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Musim kemarau mulai memukul Banyuwangi. Sebanyak 11 mata air yang menjadi sumber pasokan air bersih dilaporkan mengalami penyusutan debit hingga 30 persen. Dampaknya mulai dirasakan warga di sejumlah desa yang kini mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menunjukkan penyusutan debit terjadi setelah curah hujan terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hasil validasi bersama Perumda Air Minum (PUDAM) Banyuwangi mencatat penurunan paling signifikan terjadi di Kecamatan Licin dan Glagah.

“Debitnya turun sekitar 30 persen. Namun berdasarkan penjelasan Direktur PUDAM, kondisinya masih dalam kategori aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana.

Meski pasokan air baku masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, BPBD tak menunggu situasi memburuk. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di Banyuwangi diperkirakan masih berlangsung hingga akhir 2026, dengan puncak kekeringan terjadi pada Juli hingga September.

“Kalau curah hujan terus rendah, tentu persediaan air dari sumber mata air juga akan semakin berkurang,” ujarnya.

iklan warung gazebo