Tidak hanya soal pertandingan, kegiatan tersebut juga membawa misi edukasi. Para peserta diajak memahami pentingnya literasi digital, bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman perundungan siber, hingga perlindungan data pribadi di ruang digital.
Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menilai turnamen ini menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan generasi muda.
Menurutnya, pendekatan melalui dunia e-sport lebih dekat dengan keseharian anak muda saat ini.
“Kapolri Cup 2026 menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Polri dan generasi muda. Kami ingin hadir sebagai mitra yang mendukung kreativitas dan prestasi mereka,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda di tengah transformasi digital.
Ia berharap ajang ini tidak hanya melahirkan atlet-atlet e-sport berbakat, tetapi juga generasi yang disiplin, sportif, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Melalui Kapolri Cup 2026, kami ingin memberikan ruang yang sehat, kompetitif, dan edukatif bagi para talenta muda untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Rofiq.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pesan bahwa dunia digital tidak selalu identik dengan dampak negatif. Dengan pendampingan dan ruang yang tepat, teknologi justru bisa menjadi sarana lahirnya prestasi-prestasi baru bagi anak bangsa. (*)










