HUT ke-81 RI, Ratna Ani Lestari Ajak Warga Banyuwangi Banyak Bersyukur dan Berbagi

by -10 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Dr. Ratna Ani Lestari Bupati Banyuwangi periode 2005-2010
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 2026 menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali mengingat tanggung jawab bersama dalam mempertahankan dan membangun bangsa guna mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk menghargai pengorbanan para pahlawan, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata demi mewujudkan keadilan sosial dan kemajuan bangsa. Namun, dalam kenyataannya, cita-cita tersebut masih jauh dari harapan semua pihak.

Bupati Banyuwangi periode 2005–2010, Dr. Ratna Ani Lestari, mengatakan kondisi bangsa dan negara Indonesia saat ini memang menghadapi berbagai tantangan. Menurut dia, banyak masyarakat menilai kondisi kehidupan saat ini semakin sulit.

Namun, sebagai masyarakat yang beragama, kata Ratna, setiap orang harus tetap berpikir positif dan banyak bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup di negara tercinta, Indonesia.

Menurutnya, salah satu bentuk rasa syukur adalah dengan berperan aktif di tengah masyarakat dan mendukung pemerintahan di tingkat lokal.

“Bagaimana dia berperan sebagai warga masyarakat yang membuat suasana aman, nyaman, dan kondusif serta membangun dengan kebersamaan, gotong royong, dan sebagainya,” ujar Ratna saat ditemui di rumahnya, Selasa (11/8/2026).

Dalam suasana kehidupan dunia yang serba tidak menentu dan berkembang sangat cepat, lanjut Ratna, rasa syukur juga perlu diwujudkan dengan mengedepankan empati serta kepedulian terhadap sesama.

“Bagaimana hari ini kita berbicara mengentaskan kemiskinan, memberikan layanan pendidikan dan kesehatan. Bagaimana kita peduli dengan orang lain dengan hal-hal yang kecil-kecil seperti itulah. Artinya, tetap harus berpikir positif bahwa ini pasti ada jalan keluarnya,” tambah mantan anggota DPRD Kabupaten Jembrana tersebut.

Lebih lanjut, Ratna mengungkapkan bahwa jika para pendahulu bangsa dahulu berjuang membawa senjata untuk merebut kemerdekaan, maka perjuangan generasi saat ini adalah bagaimana membantu sesama warga di lingkungan sekitar.

“Bisa kita bantu dengan pikiran, dengan tenaga, dengan apa saja yang bisa kita lakukan untuk meringankan orang lain. Artinya, tetap banyak bersyukur, mau berbagi dengan sesama,” pungkas Ratna.

Dalam catatan sejarah, founding father bangsa Indonesia, Ir. Soekarno yang akrab disapa Bung Karno, dalam salah satu pidatonya pernah menyampaikan ungkapan yang kerap dikaitkan dengan tantangan perjuangan setelah kemerdekaan.

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa perjuangan setelah Indonesia merdeka memiliki tantangan yang berbeda. Jika pada masa perjuangan kemerdekaan musuh yang dihadapi adalah penjajah, maka pada masa kini tantangannya antara lain menjaga persatuan, menghindari konflik internal, dan mencegah perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong, saling membantu, dan kontribusi nyata untuk membangun lingkungan serta bangsa.//////////

iklan warung gazebo