Gubernur Khofifah Pimpin Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

by -7 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.comGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama berbagai elemen masyarakat dan Forkopimda Jawa Timur melakukan aksi bersih sampah dan penanaman pohon dalam rangka puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Jalan MERR depan Kampus UIN Sunan Ampel (UINSA) II, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta tersebut merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.

Sejak pagi, jajaran Forkopimda Jawa Timur, kepala perangkat daerah, komunitas lingkungan, mahasiswa pecinta alam, pelajar, serta masyarakat melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang Jalan MERR dan kawasan sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pembersihan Sungai Gunung Anyar yang mencakup pengangkatan sampah, gulma, dan eceng gondok. Dari kegiatan yang dilakukan di area sepanjang satu kilometer tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 10.205,27 kilogram sampah dan tanaman eceng gondok.

Gubernur Khofifah Bersama 1.125 Masyarakat, Melakukan Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon di Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Usai kegiatan bersih lingkungan, Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jawa Timur melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan tutupan hijau di kawasan perkotaan.

Setelah mengikuti video conference bersama Menteri Lingkungan Hidup dan menyerahkan drop box sampah kepada komunitas setempat, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat perubahan perilaku dalam menjaga lingkungan.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, gerakan menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Langkah promotif dilakukan melalui penanaman pohon dan penghijauan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah preventif diwujudkan melalui kebiasaan memilah sampah sejak tingkat rumah tangga. Adapun langkah kuratif dilakukan melalui aksi nyata pembersihan sampah dan lingkungan secara bersama-sama. Sementara itu, langkah rehabilitatif diwujudkan melalui penanaman kembali pada kawasan yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemulihan ekosistem.

iklan warung gazebo