Ketua Peradi Banyuwangi Ajak Advokat Bijak Bersikap dan Bertutur Kata di Ruang Publik

by -8 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Eko Sutrisno, Ketua DPC Peradi Banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Menanggapi pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang dinilai melecehkan profesi wartawan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi, Eko Sutrisno, menyatakan prihatin dan menyayangkan peristiwa tersebut.

Menurut Eko, Hotman Paris merupakan salah satu figur publik dan tokoh pengacara tingkat nasional. Karena itu, ia menilai seharusnya tidak muncul pernyataan yang menimbulkan polemik.

“Seharusnya tidak ada pernyataan seperti itu. Bagaimanapun juga kita memiliki kode etik. Tingkah laku dan tutur kata kita di ruang publik harus tetap terkontrol,” ujar Eko di Base Camp Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai pernyataan yang disampaikan Hotman Paris sudah kebablasan. Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut dan berharap segera ada penyelesaian terbaik antara Hotman Paris dan rekan-rekan media.

Eko menegaskan, dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan di Jakarta tidak berdampak negatif terhadap hubungan antara advokat dan wartawan, khususnya di Banyuwangi.

“Kalau di Banyuwangi tidak ada dampaknya. Kami merasa hubungan advokat Peradi dengan teman-teman media tetap mesra, tetap baik, dan komunikasi juga terjalin dengan bagus. Kami saling melengkapi antara profesi pengacara dan teman-teman media,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa kasus tersebut tidak bisa digeneralisasi seolah-olah semua pengacara bersikap demikian. Menurutnya, yang disampaikan Hotman Paris merupakan pernyataan pribadi, bukan sikap organisasi profesi.

Agar kejadian serupa tidak terjadi di Banyuwangi, Eko berpesan kepada para advokat, baik yang muda maupun senior, agar lebih bijak dalam memilih kata-kata saat berbicara dengan media maupun di depan publik.

“Lebih bijaklah memilih tutur kata dan kalimat yang baik ketika berbicara dengan media ataupun di depan publik. Karena apa yang kita katakan akan menjadi konsumsi publik,” tegasnya.

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, lanjut Eko, setiap orang dituntut berhati-hati dan teliti dalam menyampaikan pendapat, bersikap, maupun bertindak.

“Karena jejak digital yang sudah ada akan sulit dihapus dan dihilangkan,” pungkasnya.//////

iklan warung gazebo