Ipuk mengapresiasi keterlibatan InJourney dalam mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan pertunjukan budaya Banyuwangi dikemas dengan pendekatan yang lebih inovatif.
“Terima kasih atas dukungan InJourney, yang telah mendukung Banyuwangi sehingga Gandrung Sewu bisa tampil dengan berbeda. Juga kepada penari, pelatih dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gandrung Sewu tahun ini,” kata Ipuk.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan, kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan internasional.
“Lewat kolaborasi di event ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia. Saya rasa pertunjukan malam ini luar biasa,” ujar Maya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh, mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, InJourney, dan komunitas pariwisata dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Dia mengatakan, konsistensi penyelenggaraan Gandrung Sewu selama belasan tahun menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan daya tariknya sebagai agenda budaya berskala nasional.
“Usaha bersama ini membuat Gandrung Sewu kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk yang kelima kalinya,” kata Masruroh.
Gandrung Sewu 2026 ditutup dengan penampilan Kunto Aji dan Project Pop. Sebelum pagelaran dimulai, Kunto Aji membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.//////










