Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Gandeng Ormas Islam Bahas Pelaksanaan Kurban ASUH

by -4 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Sekitar sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Rakor tersebut dihadiri sejumlah instansi dan organisasi keagamaan di Banyuwangi. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Kamis (21/5/2026).

Hadir dalam rakor tersebut antara lain Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Ketua FKUB, Ketua DMI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, PCNU, PD Muhammadiyah, DPD LDII, PC Al Irsyad, serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan sebagai tuan rumah.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), drh. Nanang Sugiharto, yang menjadi salah satu narasumber, menekankan pentingnya seluruh pihak memastikan hewan kurban memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen penuh mengawal proses pelaksanaan kurban tahun ini mulai dari hulu hingga hilir.

“Kami menyiapkan 121 petugas lapangan yang siap membantu memeriksa kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan ante mortem atau sebelum proses penyembelihan maupun post mortem (pasca-penyembelihan). Hal ini krusial untuk memastikan seluruh daging yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi,” ujar drh. Nanang.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus ormas keagamaan dan panitia kurban agar memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (Kesrawan) selama proses penanganan sebelum penyembelihan.

Menurutnya, beberapa poin teknis yang perlu diperhatikan antara lain tempat peristirahatan sementara hewan harus dipisahkan dari area penyembelihan. Selain itu, hewan kurban yang mengantre tidak boleh melihat proses penyembelihan hewan lain guna mencegah stres.

Saat ini, Kabupaten Banyuwangi memiliki delapan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang siap digunakan. Apabila fasilitas di lokasi penyembelihan dinilai kurang memadai, pihak masjid maupun ormas keagamaan disarankan memanfaatkan RPH tersebut.

Selain itu, panitia kurban juga diingatkan agar tidak membuang limbah pemotongan maupun jeroan hewan kurban ke aliran sungai demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu peserta rakor, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Eko Hariyono, menyatakan kehadirannya menjadi bentuk komitmen dalam mendukung regulasi pemerintah guna mewujudkan ibadah kurban yang higienis, sesuai syariat, dan berwawasan lingkungan.

Ketua Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda Banyuwangi tersebut mengapresiasi langkah pemerintah serta menyambut baik sosialisasi dan edukasi yang diberikan Dinas Pertanian dan Pangan.

Menurut Eko, materi rakor sejalan dengan instruksi yang selama ini ditekankan di lingkungan LDII mulai tingkat pusat, provinsi, hingga PC, PAC, dan pondok pesantren binaan LDII.

Sebagai tindak lanjut rakor, jajaran pengurus LDII Banyuwangi berkomitmen menerapkan prinsip ASUH serta menjaga aspek kesejahteraan hewan di setiap titik pemotongan kurban.

“Kami akan menginstruksikan kepada seluruh panitia kurban keluarga besar LDII Banyuwangi, termasuk di Ponpes Nurul Huda, untuk memperketat kebersihan lantai, menyiapkan sarana air bersih yang cukup, serta memastikan penanganan limbah dilakukan secara mandiri dengan membuat lubang penampungan darah dan kotoran agar tidak mencemari lingkungan maupun fasilitas umum,” ujar Eko.

Melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas veteriner, serta ormas keagamaan, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban di Banyuwangi tahun ini berlangsung aman, lancar, berkah, dan menjamin keamanan pangan bagi masyarakat.////////

iklan warung gazebo