Mojokerto, seblang.com – Masalah kesehatan merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi kapan akan datang. Situasi tersebut dapat terasa semakin berat apabila seseorang tidak memiliki persiapan yang memadai. Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi masyarakat agar tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir terhadap besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Rahayu (23), peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Saat ditemui pada Kamis (10/9/2026), Rahayu menceritakan pengalamannya ketika sang anak harus menjalani dua kali rawat inap dalam satu bulan dengan diagnosis yang berbeda.
Pada rawat inap pertama, anaknya didiagnosis mengalami infeksi tenggorokan. Belum lama setelah diperbolehkan pulang, kondisi kesehatan anaknya kembali menurun. Kali ini, anaknya mengalami demam yang disertai diare sehingga harus kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Ketika dinyatakan harus rawat inap kedua kalinya, saya sempat khawatir apakah rumah sakit masih dapat menerima pasien JKN atau tidak. Kalau tidak, bagaimana dengan biaya yang harus ditanggung,” ujar Rahayu.
Kekhawatiran tersebut akhirnya terjawab setelah Rahayu mengetahui bahwa pelayanan kesehatan anaknya tetap dapat dijamin melalui Program JKN. Meskipun harus menjalani rawat inap sebanyak dua kali dalam waktu yang berdekatan, Rahayu tidak perlu menanggung biaya pengobatan tersebut secara mandiri.
Ia merasa sangat terbantu karena anaknya dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan pengobatan sesuai dengan kebutuhan medisnya.











