Banyuwangi, seblang.com – Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 resmi memasuki “Desa Bahagia” yang berlokasi di lingkungan Hotel Tanjung Asri, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
Mereka merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Banyuwangi yang resmi memasuki kawah candradimuka melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026.
Para pelajar terpilih tersebut berhasil lolos dari proses seleksi yang ketat dengan menyisihkan ratusan peserta lainnya sejak tahapan seleksi dimulai beberapa bulan lalu.
Diklat Paskibraka secara resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., di Aula Hotel Tanjung Asri, Selasa (4/8/2026).
Prosesi pembukaan diawali dengan penyematan tanda peserta sebagai simbol dimulainya karantina sekaligus penggemblengan intensif bagi calon Paskibraka Kabupaten Banyuwangi yang akan berlangsung mulai 4 hingga 18 Agustus 2026.
Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Agus Mulyono, mengatakan proses seleksi calon Paskibraka tahun ini berlangsung sangat ketat. Seluruh peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang dilaksanakan secara berjenjang, profesional, transparan, dan objektif.
“Seleksi dimulai sejak April lalu. Awalnya ada 655 peserta dari seluruh Kabupaten Banyuwangi yang mengikuti tahapan seleksi,” ujarnya.
Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, terpilih 77 peserta terbaik. Sebanyak 75 orang menjadi calon Paskibraka tingkat Kabupaten Banyuwangi, sedangkan dua peserta lainnya lolos sebagai calon Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Selama dua pekan ke depan, para calon Paskibraka akan menjalani karantina di pusat pelatihan yang diberi nama “Desa Bahagia”. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pelatihan yang disiplin, namun tetap menyenangkan dan membahagiakan bagi seluruh peserta, pelatih, maupun tim pendamping.
“Di sini mereka tidak hanya dilatih baris-berbaris dan teknik pengibaran bendera, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, serta peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Pembinaan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Untuk itu, Bakesbangpol Banyuwangi menggandeng Kementerian Agama agar seluruh peserta memperoleh pembinaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
“Peserta yang beragama Islam tetap dibimbing menjalankan kewajibannya, begitu juga peserta dari agama lain. Semua mendapat pembinaan keagamaan sesuai dengan keyakinannya,” tambah pejabat asal Madura tersebut.
Pada malam hari, para peserta juga akan mendapatkan materi wawasan kebangsaan, bela negara, dan kepemimpinan (leadership) dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwangi, dan Danlanal Banyuwangi.
“Kami berharap pengetahuan mereka semakin bertambah, sikapnya semakin baik, serta keterampilan mereka dalam melaksanakan tugas pengibaran maupun penurunan bendera dapat dilakukan dengan sempurna,” pungkas Kepala Bakesbangpol Banyuwangi./////////










