Malang, seblang.com – Bupati Malang, HM Sanusi, memastikan pengembangan produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, terus menunjukkan hasil positif. Produksi yang awalnya hanya sekitar 1 hingga 2 ton kini meningkat drastis menjadi 8 ton per bulan dengan harga jual mencapai Rp3.000 per kilogram.
Hal itu disampaikan Sanusi usai menghadiri panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18/5/2026). Menurutnya, peningkatan produksi dan harga jual garam telah memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Pemerintah Desa Sumberoto maupun kelompok petani garam setempat.
“Awal produksi dulu hanya Rp1.500 per kilogram, kemudian naik Rp2.000, sekarang sudah Rp3.000 per kilogram. Dengan produksi 8 ton per bulan, Desa Sumberoto sudah menghasilkan sekitar Rp24 juta per bulan,” kata Sanusi kepada awak media.
Ia menjelaskan, biaya operasional produksi garam tunnel relatif rendah, yakni sekitar Rp4 juta per bulan. Dengan demikian, keuntungan bersih yang diperoleh desa saat ini diperkirakan mencapai Rp20 juta setiap bulan.
“Biaya produksinya sekitar Rp4 jutaan. Artinya, desa ini sudah bisa mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp20 juta per bulan,” tegasnya.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berencana melakukan pengembangan kawasan garam tunnel di Pantai Modangan pada tahun depan. Targetnya, kapasitas produksi dapat meningkat dua kali lipat menjadi 16 ton per bulan.
“Tahun depan akan kita kembangkan lagi dua kali lipat dari yang sekarang sehingga produksinya bisa mencapai 16 ton,” ujar Sanusi.
Dalam kesempatan itu, Sanusi juga menanggapi keluhan petani garam terkait kerusakan pompa air laut yang sempat menghambat proses produksi. Pemkab Malang, kata dia, akan segera memberikan bantuan hibah, termasuk dukungan instalasi listrik untuk menunjang operasional tunnel garam.
“Pompa air nanti kita bantu melalui hibah Pemerintah Kabupaten Malang, termasuk kebutuhan listriknya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, mengatakan Pantai Modangan saat ini menjadi salah satu sentra produksi garam unggulan di Kabupaten Malang.
Menurut Victor, pengembangan garam tunnel di kawasan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Saat ini terdapat total 42 tunnel garam yang beroperasi, terdiri atas 32 tunnel bantuan hibah Pemkab Malang dan 10 tunnel bantuan APBN.
“Di sini Pemkab Malang memberikan bantuan hibah sebanyak 32 tunnel dan dari APBN ada 10 tunnel. Jadi, total ada 42 tunnel produksi garam,” jelas Victor.
Ia menambahkan, produksi garam di kawasan tersebut kini mencapai 8 ton setiap bulan dan seluruh hasil produksi terserap pasar. Bahkan, permintaan pasar dinilai masih lebih besar dibanding jumlah produksi yang tersedia.
“Berapapun produksi garam yang dihasilkan saat ini semuanya ditampung pasar. Saat musim hujan kemarin harganya sampai Rp3.000 per kilogram, sedangkan saat musim kemarau sekarang sekitar Rp2.500,” terangnya.
Terkait kendala teknis pompa air laut yang sempat mati beberapa hari terakhir, Victor menyebut kondisi itu dipicu tingginya endapan pasir akibat ombak besar di sekitar pipa penyedot air laut.
“Karena posisi pipa dekat pasir dan ombak sedang besar, pasir terangkat cukup banyak sehingga pompa terganggu. Solusinya nanti kami sarankan pengeboran agak masuk ke laut saat pasir surut,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Perikanan juga tengah mengembangkan teknologi energi terbarukan untuk mendukung produksi garam tunnel. Pemkab Malang sebelumnya bekerja sama dengan Universitas Narotama dalam pengembangan solar cell untuk sistem penyedotan air laut.
“Kami pernah bekerja sama dengan Universitas Narotama Surabaya melalui program hibah penelitian untuk pengembangan solar cell penyedot air laut. Nantinya akan ada dukungan teknologi dari sana,” kata Victor.
Victor juga memaparkan nilai anggaran pembangunan tunnel garam. Untuk bantuan APBN, satu paket pembangunan 10 tunnel menelan anggaran sekitar Rp300 juta, sedangkan bantuan APBD Kabupaten Malang sekitar Rp250 juta per paket.
Atas tingginya potensi ekonomi tersebut, kelompok usaha garam di Pantai Modangan kini meminta adanya penambahan tunnel produksi. Usulan itu pun telah mendapat respons positif dari Bupati Malang untuk dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2027.
“Pak Bupati tadi sudah meminta kami mengusulkan penambahan tunnel pada anggaran 2027 karena potensi pasarnya sangat besar dan produksi yang ada sekarang masih kurang,” pungkas Victor.//////










