Tampil di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026, Saatnya Pesilat Banyuwangi “Jenggirat Tangi”

by -5 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Pesilat Banyuwangi Kelas C Putri Dewi Septiani Irawan (Sabuk biru) saat tanding lawan Mega Angguning Tyas (Kota Kediri) dalam Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026 di Gelora Pancasila Surabaya (Istimewa)
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Para pendekar Bumi Blambangan mampu mencatatkan hasil cukup baik pada hari pertama Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur (Jatim) 2026 yang digelar di Gelora Pancasila Surabaya, 18–22 Mei 2026.

Menurut Pelatih Kepala Tim Silat Banyuwangi, Bambang Wahyuono, dari enam pesilat yang tampil, lima di antaranya berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Satu pesilat atas nama Marcel Elbiy Nugroho (kelas B putra) harus mengakui keunggulan pesilat Kabupaten Nganjuk, Dafid Fajar Setya Putra.

Kemudian, lanjut Bambang, Nabila di kelas A putri berhasil menang atas Defita Dwi Maria Ulfa dari Kabupaten Lumajang. Pada kelas D putra, Mochammad Nizar Machbubi (Banyuwangi) menang atas Savarico Marvel dari Kabupaten Gresik.

Selanjutnya, Muhamad Saiful Bahari di kelas A putra menang atas Ahmad Hanafi dari Bangkalan. Pada kelas C putra, Hadi Prasetyo menang atas pesilat Kota Mojokerto, Muhammad Farhad Akbar. Sedangkan di kelas C putri, Dewi Septiani Irawan mengungguli pesilat Kota Kediri, Mega Angguning Tyas.

“Alhamdulillah, enam pesilat Banyuwangi yang tampil pada hari pertama Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026, lima atlet berhasil menang. Semoga bisa bertahan dan melaju hingga menjadi juara,” ujar Bambang, Senin (18/5/2026).

Sebelumnya, Manajer Tim Pencak Silat Kabupaten Banyuwangi, Fajar Endranto, mengaku optimistis para pendekar Banyuwangi mampu bersaing dengan pesilat kabupaten/kota lain, baik pada nomor seni maupun kategori tanding.

Dengan materi pesilat, official pendamping, serta persiapan yang telah dilakukan, pihaknya menargetkan raihan medali bagi kontingen Banyuwangi.

“Perkiraan kami, paling tidak memperoleh tiga medali emas. Yang lain diharapkan mampu mendapatkan medali perak atau perunggu,” ujar Fajar.

Sementara itu, Ketua Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi melalui Sekretaris Umum Hidayaturrahman saat pelepasan kontingen di Gedung DPRD Banyuwangi berpesan agar para pesilat, pelatih, dan official pendamping tetap menjaga semangat, soliditas, serta kekompakan tim.

Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan kontingen dalam meraih prestasi.

“Upaya dan persiapan yang dilakukan manajer, pelatih, dan atlet sudah cukup. Agar mampu memberikan hasil maksimal, butuh diimbangi dengan doa para orang tua, utamanya ibu,” ujar Dayat, sapaan akrab Sekum IPSI Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Dayat mengutip ungkapan mantan Bupati Banyuwangi periode 2000–2005, Samsul Hadi, bahwa kini saatnya Pencak Silat Banyuwangi “Jenggirat Tangi”, menjadi kekuatan tangguh di dunia persilatan yang disegani lawan, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para pesilat, pelatih, dan official pendamping, Ketua IPSI Banyuwangi I Made Cahyana Negara menitipkan dana sebesar Rp5 juta untuk tambahan biaya perjalanan kontingen ke Surabaya.//////

iklan warung gazebo