Di tingkat desa, BPOM akan membentuk kader keamanan pangan yang bertugas melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat terkait pemilihan pangan yang aman.
Sementara di pasar, akan dibentuk komunitas yang diharapkan menjadi motor penggerak bagi para pedagang untuk menjual produk pangan yang aman, sekaligus mengedukasi konsumen agar lebih selektif.
“Ini merupakan upaya menjamin keamanan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari pasar, desa, hingga sekolah sebagai tempat anak-anak mengonsumsi makanan,” ujarnya.
Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, M.Y. Bramuda, menyatakan Pemkab Banyuwangi siap mendukung penuh langkah BPOM dalam memperkuat pengawasan pangan.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemkab siap bersinergi dengan BPOM dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat mendapatkan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas,” kata Bramuda.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara BPOM Jember dan lintas sektor sebagai bentuk keseriusan mewujudkan pangan aman dan sehat di Banyuwangi










