BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome

by -3 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., saat pemaparan dalam acara Media Workshop Kupas Tuntas Layanan Jantung dalam Program JKN di Aula Rumah Sakit Tk. II Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).
aston banyuwangi

BPJS Kesehatan juga mendorong perubahan indikator pemantauan mutu layanan intervensi jantung. Pengukuran tidak lagi hanya berfokus pada proses pelayanan, tetapi juga outcome, seperti kecepatan respons kritis, keamanan setelah tindakan, ketepatan intervensi, kualitas pemulihan, kepatuhan terhadap protokol, serta efektivitas sistem rujukan.

“Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome,” kata Pujo.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan juga disampaikan Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Lingkungan Hidup, Kodam III Siliwangi, Tri Adrijanto Santoso, yang mewakili Panglima Kodam III Siliwangi.

Menurut Tri, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi. Akses, kecepatan pelayanan, dan mutu penanganan juga menjadi bagian penting.

Kodam III Siliwangi, lanjutnya, mendukung berbagai upaya promotif dan preventif yang dilakukan pemerintah, termasuk edukasi kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Kepala RS Tingkat II Dustira, Muchlas Fahmi, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk layanan jantung.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Tingkat II Dustira telah melayani 975 pasien melalui layanan catheterization laboratory (cathlab). Seluruh pasien tersebut merupakan peserta JKN.

“Pelayanan jantung harus dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya cepat dan tepat, tetapi juga harus aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujar Muchlas.

Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, menilai penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan biaya pelayanan tinggi dalam Program JKN. Karena itu, upaya promotif dan preventif serta penerapan pola hidup sehat perlu terus diperkuat.

Ia juga mendukung pendekatan Value-Based Health Care yang menempatkan outcome sebagai salah satu ukuran dalam pelayanan kesehatan.

Kesehatan adalah modal utama untuk membangun bangsa,” kata Timbul.

iklan warung gazebo