
Ning Lia menuturkan, buku “Diaspora Madura” mengangkat kisah masyarakat Madura yang merantau ke berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
“Buku ini tidak hanya menceritakan perpindahan fisik. Lebih dari itu, buku ini menyoroti bagaimana orang Madura mempertahankan identitas, nilai kekeluargaan, etos kerja keras, dan semangat gotong royong di tengah perbedaan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui bedah buku ini, para penulis dan pembahas ingin meluruskan pandangan bahwa diaspora Madura merupakan bukti ketangguhan masyarakat Madura.
“Mereka tidak hanya mencari kehidupan yang lebih baik, tetapi juga membawa nama Madura dengan karakter jujur, pekerja keras, dan religius,” terangnya.
“Orang Madura di perantauan itu luar biasa. Mereka mampu beradaptasi, membangun jejaring, dan tetap menjaga akar budayanya. Ini yang perlu kita luruskan agar stigma negatif tidak terus melekat,” ungkap Ning Lia.
Jangkau Generasi Muda Lewat Siaran Langsung
Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui media sosial sehingga jangkauannya tidak terbatas pada peserta yang hadir di lokasi.
Hal ini menunjukkan besarnya minat masyarakat, khususnya generasi muda Madura, untuk mengenal lebih dalam sejarah dan peran diaspora Madura.
Di akhir kegiatan, Ning Lia berharap melalui bedah buku “Diaspora Madura” ini, masyarakat Madura semakin bangga dengan identitas dan budayanya.
“Ini juga menjadi dorongan agar generasi muda terus berkarya, menjaga nilai luhur, dan mengharumkan nama Madura di mana pun berada,” pungkasnya. (*/ady)












