MUI Jatim dan LDII Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 50 Tukik di Banyuwangi, Ketum MUI: Jangan Menunda Kebaikan

by -12 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir terus didorong melalui kolaborasi lintas organisasi dan pemerintah. Di Pantai Cemara, Banyuwangi, sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam dan 50 tukik dilepasliarkan dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 500 peserta, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan bertema “Bersama, Membangun Banyuwangi yang Bersih, Lestari dan Berkelanjutan” tersebut digelar DPD LDII Kabupaten Banyuwangi bersama DPW LDII Jawa Timur dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.



Selain penanaman mangrove dan pelepasan tukik, kegiatan juga diisi aksi bersih-bersih kawasan pantai. LDII turut mengadakan layanan kesehatan gratis bagi pengunjung dan masyarakat sekitar.

Layanan kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan atau skrining gula darah, asam urat, dan tekanan darah, serta pengobatan ringan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian LDII terhadap kesehatan masyarakat sekaligus melengkapi aksi pelestarian lingkungan di Pantai Cemara.

Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A., mengapresiasi sinergi LDII, MUI, pemerintah, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya menanam kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.

“Kami sangat merasakan soliditas dan semangat silaturahim warga LDII. Karena itu, jangan pernah lelah untuk menjalin silaturahim dan menebar kebaikan,” ujarnya.

Prof. Halim mengatakan, kerusakan lingkungan tidak lepas dari aktivitas manusia. Karena itu, menjaga dan memulihkan alam harus menjadi tanggung jawab bersama agar lingkungan tidak justru berubah menjadi sumber bencana.

Ia menilai kegiatan menanam mangrove memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penghijauan.

“Bagaimana kita menanam, tetapi tanaman itu bukan hanya untuk kita. Kita menanam untuk semua, untuk bangsa ini, dan untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menunda kebaikan dan konsisten melakukan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahunan LDII “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang digelar setiap Agustus.

Tahun ini, gerakan tersebut dipusatkan di Banyuwangi dengan mengangkat isu pelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui gerakan “Nandur Mangrove”.

Amrodji mengingatkan bahwa persoalan lingkungan telah disinggung dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan mengenai kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

“Karena itu, menjaga dan memperbaiki lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan mangrove mempunyai fungsi penting bagi kawasan pesisir. Vegetasi tersebut dapat membantu menahan abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai jenis biota, sekaligus menyerap dan menyimpan karbon.

iklan warung gazebo