Aksi Cinta Bumi di Situbondo, UMKM CFD Turun Gunung Tanam 20 Ribu Pohon Bersama Mas Rio dan Mbak Una

by -7 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W. Sulaksono
Perwakilan CFD Situbondo bersama Mbak Una Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Situbondo, seblang.comPemerintah Kabupaten Situbondo memperingati Hari Bumi Sedunia dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Sebanyak 20.000 bibit pohon ditanam secara serentak di Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Rabu (22/04/2026). Aksi ini menjadi upaya masif untuk memulihkan ekosistem sekaligus mitigasi bencana banjir di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berpusat di lahan seluas kurang lebih 20 hektare ini melibatkan sinergi berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga warga lokal yang bahu-membahu dalam semangat gotong royong.

Inisiatif ini berawal dari pesan personal Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Menjelang ulang tahunnya yang ke-42, pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut meminta masyarakat dan kolega untuk tidak memberikan kado konvensional, melainkan bibit pohon.

“Ide awalnya muncul ketika saya membuat status di media sosial, meminta agar tidak diberi hadiah apa pun kecuali pohon. Di Hari Bumi ini terkumpul 20 ribu pohon. Kita berikhtiar menanam sekaligus melakukan mitigasi agar Situbondo senantiasa dalam perlindungan,” ujar Mas Rio.

Langkah ini diambil menyusul dampak banjir parah yang sempat melanda wilayah barat Situbondo beberapa waktu lalu. Menurutnya, tanpa upaya mitigasi serius seperti penghijauan kembali, ancaman bencana serupa akan terus terjadi.

Dukungan juga datang dari sektor UMKM. Cholifatin, perwakilan pengurus UMKM CFD Situbondo, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam program ini. Menurutnya, kesadaran menjaga hutan harus dimulai sejak dini untuk mencegah pembalakan liar.

“Kami hadir untuk memastikan hutan di wilayah Situbondo tetap lestari. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Cinta Bumi, Cinta Situbondo,” ungkapnya.

Bupati Rio juga menegaskan bahwa gerakan menanam pohon harus menjadi kesadaran kolektif yang berkelanjutan, tanpa bergantung pada siapa pun pemimpinnya. Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan penebangan liar yang merusak keseimbangan alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, Sandy Hendrayono, menjelaskan bahwa 20 ribu bibit pohon ini difokuskan untuk memulihkan lahan kritis dan kawasan hutan gundul yang rawan longsor.

Detail teknis program:

iklan warung gazebo