“Bapak-Ibu abdi negara, pelayan masyarakat. Maka mari kita semuanya layani Banyuwangi, layani masyarakat Banyuwangi. Apapun itu permasalahannya, tidak boleh ada yang lambat,” tegas Ipuk.
Ipuk juga mengingatkan agar budaya ego sektoral dan saling melempar tanggung jawab antarinstansi dihilangkan. Menurutnya, setiap persoalan daerah harus diselesaikan bersama melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.
ASN, lanjutnya, harus lebih proaktif melihat persoalan di lingkungan sekitar. Bahkan persoalan seperti tumpukan sampah di jalan harus segera ditindaklanjuti atau dilaporkan kepada instansi terkait.
“Saya minta seluruh ASN tidak boleh ada yang acuh terhadap keluhan warga. Setiap warga wajib kita layani. Dan itu tugas kita semuanya,” katanya.
Ipuk juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan keramahan dalam memberikan pelayanan. Terlebih Banyuwangi merupakan daerah yang mengandalkan sektor pariwisata sehingga sikap ramah kepada masyarakat maupun wisatawan menjadi bagian penting.
“Kita adalah bagian dari daerah berbasis pariwisata, maka hospitality adalah sebuah kewajiban,” ungkap Ipuk.
Di tengah tantangan fiskal, Ipuk turut mengajak seluruh perangkat daerah terus memperkuat ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif agar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Banyuwangi.///










