“Sejauh ini, rata-rata dari pasien yang di tangani oleh pihak RSUD Abdoer Rahem adalah anak usia 12 tahun kebawah,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Dwi H Susilo menegaskan bahwa upaya untuk mengurangi kasus DBD adalah dengan dilakukan Fogging. Untuk Fogging tersebut dilakukan apabila ada salah satu warga yang terkena serangan DBD. Hal ini tidak bisa dilakukan Fogging secara keseluruhan disebabkan masih dalam pandemi covid 19.
“Dari semua puskesmas pasti bergerak cepat jika ada orang yang mengalami serangan DBD. Yang disemprot itu hanya satu lingkungan orang yang terkena serangan,” ujarnya.
Selain itu juga ia mengimbau, agar masayarakat selalu melakukan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas sedangkan untuk Plusnya yaitu hindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu, menyalahkan obat nyamuk.
“Jika masyarakat kompak, melakukan 3M plus, insyaallah hal itu akan mengurangi penyebaran penyakit dari Nyamuk Aedes Aigypti,” tegasnya. //
Menurutnya, setiap tahun pasti ada peningkatan kasus yang terkena serangan penyakit DBD. ” Biasanya hal itu marak di waktu musim hujan seperti ini. Sehingga kebersihan dari setiap lingkungan warga di musim penghujan juga harus ditingkatkan.” tutupnya











