Malang, seblang.com – Pantai Balekambang kembali menghadirkan konsep wisata malam yang berbeda melalui Starlight Festival Balekambang. Event yang digelar pada 13–14 Juni 2026 itu mengusung suasana romantis dengan dekorasi 1.000 lilin di sepanjang pantai, pertunjukan musik, penerbangan lampion, kembang api, hingga permainan perang air yang ramah bagi keluarga dan anak-anak.
Kepala Unit Balekambang, Wijang Erlangga Pratama, mengatakan konsep utama acara kali ini adalah menciptakan pengalaman romantis dan berkesan bagi para peserta yang berkemah di kawasan Pantai Balekambang.
“Konsepnya memang romantis. Yang unik, kami menggunakan ornamen seribu lilin pantai. Sepanjang pantai dan area acara akan dipenuhi lilin. Untuk area panggung menggunakan lilin LED, sedangkan di sekitar tenda menggunakan lilin putih yang dikemas khusus,” ujar Wijang saat diwawancarai awak media di Pantai Balekambang, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, rangkaian acara dimulai sejak sore hari dengan penampilan Sunset Music DJ Performance yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga matahari terbenam. Setelah itu, suasana malam dilanjutkan dengan penampilan band ambyar sebelum kembali diisi pertunjukan DJ.
Puncak acara berlangsung pada malam hari melalui pembagian lampion kepada peserta yang diiringi penampilan live band. Selanjutnya, peserta mengikuti penerbangan lampion secara bersama-sama yang dipadukan dengan pertunjukan kembang api dan tata cahaya di kawasan pura Pantai Balekambang.
“Yang paling seru nanti saat penerbangan lampion, kembang api, dan lighting berlangsung bersamaan diiringi penampilan band. Itu menjadi puncak acara yang paling ditunggu peserta,” katanya.
Tidak hanya menghadirkan hiburan malam, panitia juga menyiapkan aktivitas pagi berupa perang air massal sebelum peserta meninggalkan lokasi camping. Setiap paket tenda mendapatkan dua pistol air, sementara panitia menyediakan sekitar 600 kantong plastik berisi air di sejumlah titik untuk mendukung permainan tersebut.
“Karena banyak keluarga muda dan anak-anak yang ikut, kami siapkan perang air sebagai hiburan yang ramah anak. Setiap paket mendapat dua pistol air dan kami juga menyediakan ratusan plastik berisi air bagi peserta lain yang ingin ikut bermain,” jelas Wijang.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari seluruh paket camping yang telah habis terjual. Panitia mencatat sebanyak 366 paket tenda terjual dengan kapasitas maksimal empat orang untuk setiap paket.
Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta dapat memilih paket VIP seharga Rp300 ribu dan paket standar Rp200 ribu. Fasilitas yang diperoleh meliputi tenda, matras, kasur tenda, lampu tenda, lilin LED, serta dua pistol air.
Perbedaan utama antara paket VIP dan standar terletak pada lokasi penempatan tenda serta fasilitas kasur yang diberikan.
Wijang mengungkapkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Malang, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan sekitar 60 persen peserta berasal dari luar Malang.
“Peserta ada yang datang dari Bogor, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, dan daerah lainnya. Sekitar 40 persen dari Malang, sedangkan 60 persen berasal dari luar Malang,” ungkapnya.
Mayoritas peserta merupakan kalangan mahasiswa, pekerja muda, serta keluarga muda yang mencari pengalaman wisata berbeda di kawasan pantai.
Melihat tingginya antusiasme pengunjung, pengelola Pantai Balekambang berencana kembali menghadirkan event serupa. Dalam waktu dekat, agenda wisata berikutnya akan digelar pada 28 Juni 2026 bertepatan dengan rangkaian kegiatan Balekambang Tahes 6.
“Untuk saat ini Starlight Festival masih digelar secara terbatas, tetapi bulan ini ada dua event. Salah satunya Balekambang Tahes 6 yang akan berlangsung pada 28 Juni mendatang,” tandas Wijang Erlangga Pratama.
Menambah daya tarik acara, penyanyi dangdut Ratna Antika dan kreator konten lokal Mama Lela juga turut memesan paket camping dan hadir dalam gelaran Starlight Festival Balekambang.//////////











