Wagub Emil Dardak Dorong Profesionalisme Insinyur Bersertifikat untuk Perkuat Pembangunan Jawa Timur

by -7 Views
Wartawan: Achmad Soeseno
Foto : Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan p ngurus PII Jawa Timur saat konferensi pers
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, Seblang com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya profesionalisme dan sertifikasi insinyur dalam mendukung pembangunan serta penguatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur. Hal itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur yang digelar di Kota Malang, Minggu (10/5/2026).

Emil menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PII Jawa Timur periode 2023–2026 yang dinilai telah menjalankan tugas organisasi dengan baik. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas para insinyur yang terlibat di dalamnya.

“Keunggulan SDM Jawa Timur tidak bisa lepas dari keunggulan insinyur kita. Karena itu profesionalisme insinyur harus dijunjung tinggi, terutama dalam setiap kegiatan pemerintahan,” tegas Emil.

Menurut Emil, pemerintah harus menjadi teladan dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga teknik melalui jenjang profesi yang berkelanjutan. Ia menyebut perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut para insinyur untuk terus memperbarui ilmu dan kemampuan mereka.

“Tidak cukup hanya selesai kuliah lalu berhenti belajar. Ilmu teknik yang menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat harus terus dikalibrasi mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Emil juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus bermitra dengan PII dalam meningkatkan kualitas profesi insinyur di daerah. Ia berharap kepengurusan baru PII Jawa Timur mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan kota.

Dalam sesi diskusi, Emil menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai disiplin ilmu keteknikan dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, persoalan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan teknik sipil, tetapi juga mencakup mechanical engineering, electrical engineering hingga control system engineering.

“Banyak persoalan transportasi misalnya, itu tidak lepas dari electrical dan control system engineer. Jadi sebenarnya sangat banyak disiplin ilmu yang terlibat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Undang-Undang Keinsinyuran telah mengamanatkan pekerjaan keteknikan dilakukan oleh insinyur bersertifikat. Karena itu, peningkatan sertifikasi profesi menjadi hal yang mendesak.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Malang untuk berkolaborasi dengan PII dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan.

“Kami akan berkolaborasi bersama PII untuk melahirkan solusi-solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan,” kata Wahyu.

Ia juga mengapresiasi penunjukan Kota Malang sebagai tuan rumah Muswil PII Jawa Timur yang dinilai dapat memperkuat semangat dan eksistensi organisasi profesi insinyur di wilayah Malang Raya.

Dalam keterangan tambahan, disebutkan bahwa kepengurusan PII Jawa Timur saat ini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota. Namun masih terdapat sekitar 30 persen kepala daerah yang perlu terus diberikan sosialisasi terkait pentingnya profesi keinsinyuran dan sertifikasi tenaga teknik di lingkungan pemerintahan.

PII menilai profesi insinyur sebenarnya tidak langka, namun masih membutuhkan proses bertahap dalam penerapan sertifikasi profesi, terutama bagi para sarjana teknik yang bekerja di berbagai perangkat daerah di luar sektor pekerjaan umum.

PPI sendiri, menurut Sekretaris Jenderal PII Pusat Teguh Haryono, bahwa PII menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikasi insinyur sesuai amanat Undang-Undang Keinsinyuran.

“Di PII ada 27 bidang keahlian. Semua harus bekerja sama dan bersinergi. Sertifikasi insinyur hanya dikeluarkan oleh PII sesuai undang-undang,” jelas Teguh.

Ia mengungkapkan, Jawa Timur menjadi salah satu barometer insinyur nasional karena memiliki jumlah anggota PII terbesar di Indonesia. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi insinyur dinilai sangat penting.

“Sudah banyak kasus setelah diinvestigasi ternyata dikerjakan oleh insinyur yang tidak bersertifikasi. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

PII, lanjut Teguh, juga terus mendorong penguatan pendidikan profesi insinyur melalui berbagai perguruan tinggi. Saat ini tercatat terdapat 59 program studi profesi insinyur yang mendukung peningkatan kualitas tenaga teknik nasional.

iklan warung gazebo