Sebagian siswa menjalani pemeriksaan di RS Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, sementara lainnya mendapat penanganan di puskesmas.
“Hampir jam 9 pagi saya mendapat laporan dari sekolah ada siswa yang dibawa ke puskesmas karena diduga keracunan MBG. Jumlah korban masih sementara karena pendataan terus dilakukan,” tambahnya.
Mayoritas siswa mengalami gejala ringan seperti mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut. Hingga Senin siang, belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap.
“Sebagian besar hanya menjalani pemeriksaan dan penanganan ringan,” terangnya.
drg. Tiyas menambahkan, sekitar 100 siswa sempat dibawa ke RS IBI Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain mendatangi sekolah terdampak, pihak puskesmas juga menerima siswa yang datang langsung untuk diperiksa.
“Alhamdulillah gejalanya masih ringan. Dugaan sementara penyebab keracunan mengarah pada menu daging dalam MBG yang dikonsumsi hari ini,” pungkasnya.










