“Kami menitipkan kelestarian warisan arsitektur khas lokal dengan cara agar setiap gedung yang dibangun di Banyuwangi menampilkan desain dan ornamen khas Banyuwangi. Selain tentunya fasilitas dan sarpras lainnya tetap harus menjadi prioritas,” katanya.
Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair Dr. Rahadian Indarto Susilo menyampaikan, pengembangan fasilitas menjadi bagian dari komitmen Unair dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Banyuwangi.
Menurutnya, sejak hadir pada 2014, FIKKIA Unair terus mengalami perkembangan, termasuk dengan dibukanya program studi kedokteran yang menjadi salah satu penguatan sektor kesehatan daerah.
“Sekarang kami sudah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” ujar Rahadian.
Gedung baru tersebut akan dikembangkan di kawasan kampus FIKKIA Unair yang berada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa kedokteran dan kesehatan masyarakat.
“Rencana, secepatnya juga akan kami bangun. Harapannya, pembangunan gedung baru FIKKIA ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.
Revitalisasi gedung FIKKIA Unair Mojopanggung direncanakan dimulai tahun ini dengan pembangunan gedung baru setinggi empat lantai. (*)










