Madyan menyampaikan, penguatan pendidikan kedokteran merupakan bagian dari komitmen Unair sejak hadir di Banyuwangi sekitar 15 tahun lalu. Komitmen tersebut terus berkembang dengan hadirnya Program Studi Kedokteran FIKKIA Unair Banyuwangi.
Keberadaan fakultas kedokteran di Banyuwangi juga mulai mendapat perhatian masyarakat luas. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar mengalami peningkatan signifikan dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, sekarang Fakultas Kedokteran di Banyuwangi sudah semakin dikenal. Tahun ini kami merasakan peningkatan minat lulusan SMA dari berbagai daerah untuk kuliah di sini,” tuturnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus meningkatkan mutu layanan rumah sakit.
Menurut Ipuk, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diperlukan agar pengembangan pendidikan, penelitian, serta pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan.
Selain mendukung pendidikan dokter spesialis, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme layanan rumah sakit dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kepuasan pasien.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” ujar Ipuk. (*)










