-
238 kasus kesehatan mata
-
28 kasus THT
-
2 tindakan bedah
-
200 skrining pendengaran bayi
-
58 kasus kesehatan gigi
-
107 kasus TBC
-
86 kasus kesehatan jiwa
-
22 kasus kusta
-
21 kasus HIV
-
98 kasus stunting
Khofifah menyoroti pentingnya skrining pendengaran dan penglihatan dalam kegiatan tersebut. Ia meminta agar tindak lanjut hasil skrining, termasuk penyediaan kacamata bagi warga yang membutuhkan, bisa dilakukan di lokasi.
“Saya mohon Kadinkes menindaklanjuti hasil skrining penglihatan. Sediakan kacamata sesuai kebutuhan agar pelayanan kita tuntas, mulai dari pemeriksaan hingga solusi akhir,” tegasnya.
Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya penanganan penyakit kusta secara komprehensif. Ia menyebut Indonesia menempati posisi kedua di dunia setelah India dalam jumlah kasus kusta, dan berharap kerja sama dengan Sasakawa Foundation dapat memperkuat upaya eliminasi penyakit tersebut di Sumenep.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono menyampaikan bahwa pemberangkatan tim Yankes Bergerak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.
“Tim Yankes Bergerak terdiri atas 62 orang, termasuk dokter spesialis, dokter umum, apoteker, dan perawat. Mereka siap memberikan layanan kesehatan yang merata dan inklusif bagi masyarakat kepulauan,” terang Erwin.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, program ini telah melayani 13.816 warga di berbagai pulau Jawa Timur, meliputi Sapeken, Pagerungan, Masalembu, Sapudi, Kangean, Gili Genting, Gili Ketapang, dan Raas.
“Program ini membawa misi kemanusiaan yang luar biasa dan selalu disambut antusias oleh masyarakat kepulauan,” pungkas Erwin. (/ady)*










