Banyuwangi, seblang.com – Surutnya air laut hingga puluhan meter dari bibir pantai membawa berkah tersendiri bagi para pencari kerang di wilayah pesisir. Fenomena ini terjadi di Desa Sumberayu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Minggu (4/5/2026).
Besarnya ombak dalam beberapa waktu terakhir membuat sebagian nelayan kesulitan melaut. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk berburu kerang batu saat air laut surut.
Warga Desa Sumberayu berbondong-bondong turun ke pantai untuk mencari kerang. Tak hanya warga setempat, masyarakat dari luar Kecamatan Muncar juga turut berdatangan. Mereka rela menempuh jarak jauh demi mendapatkan kerang batu, hanya dengan biaya parkir sekitar Rp5.000.
Hasil yang didapat pun cukup menggiurkan. Dalam sekali berburu, setiap orang bisa membawa pulang antara 5 hingga 10 kilogram (kg) kerang.
Para pencari kerang biasanya telah memprediksi waktu terbaik, yakni saat bulan purnama, ketika air laut surut drastis hingga puluhan meter.
Saat ditemui Seblang.com, Yanti, warga Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, menuturkan bahwa aktivitas berburu kerang dilakukan hampir setiap hari.
“Dengan mencari kerang sangat membantu perekonomian saya, apalagi saat suami sedang sepi pekerjaan akhir-akhir ini. Hampir setiap sore saya bersama suami mencari kerang batu di sini, lumayan hasilnya,” ujar Yanti.
Yanti mengaku dalam sekali mencari kerang ia bisa mendapatkan 5 hingga 10 kg. Setelah dibersihkan di rumah, kerang tersebut kemudian dijual kepada tetangga.
“Kalau di pasar harga kerang batu bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Tapi saya menjualnya Rp25 ribu, makanya cepat terjual,” pungkasnya.///////////










